APA KABAR PENDIDIKAN?
Tidak terasa sudah berganti tahun,
ya. Sekarang tahun 2022. Tahun dimana lahirlah sebuah kurikulum baru, Kurikulum
Merdeka. Untuk kalian yang masih asing mendengar tentang Kurikulum Merdeka,
Mapen akan menjelaskan secara singkat. Dari laman kemdikbud disampaikan bahwa
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang
beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup
waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Ya, kurang lebih
begitulah penjelasannya.
Mapen sendiri belum tahu, ya
bagaimana dampak perubahan kurikulum ini untuk peserta didik itu sendiri. Tapi dari
kacamata seorang guru, kurang lebih Mapen bisa merasakan dampaknya. Hadirnya kurikulum
baru ini membuat para guru harus dapat berlaku adaptif terhadap perubahan yang
ada. Guru yang sudah terbiasa berdampingan dengan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) harus membiasakan diri lagi dengan modul ajar. Sebenarnya menurut
Mapen sendiri, komponen-komponen yang ada di dalam modul ajar tidak jauh
berbeda. Hanya saja muatan yang ada pada modul ajar lebih lengkap daripada RPP.
Untuk menyukseskan program Kurikulum
Merdeka ini, lembaga pendidikan melaksanakan berbagai pelatihan untuk guru agar
kemudian dapat diterapkan secara langsung kepada peserta didik. Bagi guru yang
usianya masih muda mungkin dapat dengan mudah mengikuti alur perubahan ini. Akan
tetapi bagi guru yang sudah tidak muda lagi terlebih dengan keterbatasan
pengetahuan di bidang IT, perubahan yang terjadi memerlukan waktu yang sedikit
lebih lama. Hal itu memang seharusnya tidak dijadikan sebagai alasan. Namun,
memang fakta di lapangan seperti itu bukan?
Jadi, sebagai mahasiswa pendidikan
pasti sudah dituntut untuk siap menghadapi berbagai perubahan yang ada di masa
yang akan datang. Perubahan dengan tujuan yang baik akan sukses dilaksanakan
apabila Sumber Daya Manusianya dapat berpartisipasi dengan baik. Ya, mungkin
itu dulu deh dari Mapen saat ini. Intinya Mapen ingin menyampaikan bahwa
Kurikulum 2013 sudah mulai beralih ke Kurikulum Merdeka, loh.

Komentar
Posting Komentar