MOTIVASI MASUK PENDIDIKAN

 


Sebelum bahas hal-hal yang rumit, bagaimana kalau kita kembali ke waktu kemarin. Waktu yang sudah berlalu, dimana kita pada akhirnya memutuskan untuk masuk di dunia pendidikan. Kalau boleh Mapen (julukan saya) tebak, pasti diantara kalian ada yang murni karena memang ingin memajukan pendidikan, ada juga yang tidak sengaja kecemplung di dunia pendidikan, dan ada juga yang terpaksa pakai banget buat masuk di dunia pendidikan. Fakta yang terakhir ini cukup menyayat hati, ya. Tapi tidak mengapa, siapa tahu di tengah perjalanan nanti, ada sebuah titik terang yang akhirnya membuat kalian benar-benar termotivasi untuk berjuang di ranah pendidikan.

Di awal perkenalan singkat ini, Mapen tidak akan bercerita hal-hal yang muluk-muluk tentang enaknya jadi mahasiswa pendidikan atau terangnya masa depan mahasiswa pendidikan setelah lulus nanti. Mapen cuma mau menyampaikan bahwa jadi tenaga pendidik itu tidak mudah. Gajinya tidak pasti bakal banyak. Butuh kesabaran yang sangat ekstra. Apalagi saat menjalani masa pendidikan. Banyak materi yang harus dipelajari, bukan hanya materi berkenaan tentang jurusan yang diambil saja. Memang benar, bahwa profesi sebagai tenaga pendidik atau guru merupakan profesi yang sangat mulia. Tapi, apakah semua guru sudah sejahtera? Itu pertanyaannya. Orang-orang yang berani bertahan dengan profesi ini, menurut Mapen, adalah orang yang sangat sabar, mulia, dan luar biasa.

Satu hal yang selalu melekat di dalam benak Mapen sendiri. Seorang guru dengan susah payah dituntut untuk mencerdaskan generasi bangsa bahkan dengan upah yang kadang tidak seberapa. Namun, disana, ada tontonan yang kebanyakan merusak moral generasi bangsa dan mereka justru mendapatkan gaji yang fantastis. Mapen tidak bermaksud untuk menggiring kalian agar berpikiran jelek tentang mereka, para penghibur itu. Hanya saja, kalau dipikirkan kembali, fakta tersebut memanglah benar. Banyak ditemui guru honorer yang sudah susah payah menularkan ilmunya tapi tidak mendapatkan imbalan yang pantas. Oke, Mapen paham jika tidak seharusnya membanding-bandingkan upah yang ada. Sebagai guru memang harus bersyukur karena ini adalah pekerjaan yang mulia. Harus sabar, bahkan sangat sabar. Sampai kadang juga bingung kapan sabar ini akan selesai?

Mungkin itu dulu yang bisa Mapen sampaikan pada sesi awal ini. Mapen hanya ingin menyampaikan pikiran-pikiran tentang keadilan yang kadang tidak masuk akal. Ini hanya tentang salah satu keadilan yang tidak adil, masih banyak di luar sana keadilan yang Mapen rasa belum tegak, setegak tiang bendera.

Sumber Gambar: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.akupaham.com%2Fbeasiswa%2F&psig=AOvVaw15V4_TvG-oGuSCj1COfiNb&ust=1640095939270000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCPj5wezH8vQCFQAAAAAdAAAAABAD 

Komentar